Showing posts with label Medan. Show all posts
Showing posts with label Medan. Show all posts

25.11.12

Polemik Angkutan Umum Bandara Polonia Medan

Begitu keluar dari ruang Kedatangan Dalam Negeri
~ Bu... Taksi Bu... Taksi Bandara, Bu...
- Ke Setiabudi, daerah Pajak Pagi, berapa Bang??
~ Ooooh.. Wilayah itu 50.000 aja Bu.. Ibu beli tiket di loket resmi ya Bu..
- Aaaapppaaaaa???? Gak lah Bang.. Kemahalan !!!!

Jalan dikit ke arah gerbang keluar Bandara, 200 mtr lah..
~ Kak, ojek Kak.. Kemana Kak ?? Murah kok Kak..
- Ke Setiabudi, daerah Pajak Pagi, berapa Bang??
~ 35.000 aja ya Kak..
- Nggak lah Bang.. 12.000 !
~ Yah.. Jauh itu Kak.. 25.000 lah ya..
- Nggak Bang.. 12.000 ! *keras kepala*
~ 20.000 lah ya..
- *cuekin sambil terus jalan*

Baru jalan 10 langkah
~ Kemana Kak ?? Naik becak aja.. Murah Kak..
- Ke Setiabudi, daerah Pajak Pagi, berapa Bang??
~ Ooooh... 20.000 ya Kak..
- 15.000 ya Bang..
~ Aduh Kak.. Jauh kali itu..
*cuekin sambil terus jalan, males ngelanjutin*

Nyebrang ke Pom Bensin, Pangkalan Taksi Blue Bird
~ Selamat malam Bu.. Ibu perlu taksi ??
- Iya Pak..
~ Tunggu disini aja Bu, taksi 106 segera datang.. Ke arah mana Bu??
- Ke Setiabudi, daerah Pajak Pagi, Pak..
~ Ini Tiket Pangkalan Bu.. Silahkan disimpan.. Kalau barang Ibu nanti tertinggal, silahkan hubungi kami langsung dan akan kami antarakan..
- Wah, terima kasih Pak..
~ Itu taksi Ibu sudah datang.. Maaf Bu, ada biaya 5.000 untuk jasa Pangkalan..
- Oh, gitu ya Pak.. Baiklah..
*kasih 5.000, masuk taksi, duduk santai, terlindungi dari gerimis yang mendadak turun*

Sampai rumah.. Bayar argo 15.000.. Sudah..

Niat hati ingin memanfaatkan jasa Abang Ojek n Abang Becak yang sering dianggap kelasnya lebih rendah, tapi mereka pasang tarif GILA !!!

Hanya dengan 20.000 plus jalan lebih jauh 100 mtr, bisa dapat pelayanan profesional menyenangkan dan terlindungi..

No Brain Needed !!

20.8.12

Money Origami

Lebaran di Medan biasanya disertai dengan tradisi 'salam tempel' atau bagi-bagi angpau.. Sementara itu, saya tidak suka memberi uang tunai tapi ingin berbagi dengan saudara-saudara dekat.. Jadi, si otak yang cemerlang (^,~) ini pun diputar untuk mencari jalan tengah.. Setelah mutar sana sini, browsing sana sini, saya pun terdampar ke beberapa situs money origami.. Di situs ini ditampilkan beberapa petunjuk mengenai bagaimana melipat-lipat uang kertas menjadi bentuk-bentuk yang unik.. Kebanyakan uang yang dipakai adalah Dollar Amerika, jadi kalau pakai Rupiah Indonesia harus dicoba dan di-ubah-suai-kan sedikit.. Practice really makes perfect..
~ googling sendiri aja yah.. ada banyak kok.. 
Dengan begini, saya tidak merasa 'resah' karena yang saya beri adalah 'keterampilan' dan si uang tunai hanya berfungsi sebagai media pembelajaran saja.. Ide ini ternyata menarik minat saudara-saudara saya dan mereka minta diajarkan cara membuatnya.. Entah untuk kesenangan pribadi, entah untuk men-curi perhatian orang lain, entah untuk yang lain-lain.. Terserah lah, yang penting bagi saya adalah ketertarikan untuk belajar..
Sudah 8 Lebaran saya memberikan angpau seperti ini.. Berarti sudah 8 bentuk yang saya bagi-bagi ke saudara-saudara dekat.. Yang pernah saya buat itu Baju, Merak, Angsa, Gajah, Naga, Kincir Angin, Kupu-Kupu dan Hati.. Sayangnya, nggak tiap Lebaran saya ingat untuk mendokumentasikan 'how-to' nya (~.~') Dan baru Lebaran ini saya terpikir untuk mempublikasikannya.. Kalau (mendadak) rajin, yang sebelum-sebelumnya saya buat lagi deh.. Tapi gak janji.. Doain ajah yah.. (^_^)

Catatan: Kalau bingung, silahkan komen ya.. Ntar saya coba jelaskan sebisa mungkin..

Lebaran 2012 ~ The Windmill




Lebaran 2010 ~ The Flying Dragon




Lebaran 2009 ~ The Swan

Sementara ini dulu ya.. Akan di update kalau in-the-mood.. hehehehe..

Kalau punya link ke money origami lain, silahkan di share ya..

19.8.12

BADAK & KURNIA ~ segarnya Idul Fithri di Medan

Kalau lagi Lebaran begini, di Medan ada dua minuman yg khas sekali.. Dulu waktu masih 'ngungsi' di Jakarta, tiap mudik ke Medan pasti dua minuman ini yg dikangenin..

Badak Sarsaparilla dan Kurnia Raspberry


Badak, minuman berkarbonisasi ini pabriknya ada di Pematang Siantar, 2 jam dari Medan.. Pabrik ini sudah beroperasi sejak tahun 1916, sementara Coca Cola sendiri baru dikenal di Indonesia tahun 1927..
Jadi, bisa dibilang,
Badak adalah 
minuman soda asli Indonesia !!!
Berhubung pabriknya di Siantar, minuman ini memang lebih mudah di temukan di Siantar dan sekitarnya, terutama Medan.. Di tempat2 lain cukup susah nyarinya, terutama di luar Sumatera Bagian Utara..
Si pabrik sebenarnya ngeluarin beberapa rasa minuman, tapi yg terkenal dan tetap konsisten diproduksi sampai sekarang itu ada dua varian : plain (air soda) dan sarsaparilla.. Sarsaparilla adalah sejenis tanaman yang memiliki cita rasa yang khas.. Root beer nya A&W juga menggunakan rasa ini.. Walau sama-sama rasa sarsaparilla, tapi yang Badak punya berlipat2 lebih nyam nyam daripada yang A&W punya.. Apalagi dalam keadaan dingin dan minumnya langsung dari botol.. Aaaaahhhhhh... Nikmat beneeerrrr...
~ untung dah nggak puasa lagi..
Sayangnya, si pabrik nggak memproduksi banyak.. Akibatnya, Badak jenis ini menjadi sama langkanya dengan Badak beneran.. Bahkan, anak-anak dibawah 20 tahun belum tentu mengenal minuman ini, dah lebih menggemari minuman soda import tentu saja.. Salah satu temanku di Medan bahkan berkomentar kalau dia hampir gak pernah minum Badak karena dilihatnya di warung dekat rumahnya yang mesan minuman ini cuma orang-orang tua.. Di musim-musim lebaran begini, si Badak jadi lebih sering berkeliaran.. Dan seperti juga benda langka lainnya, begitu nemu kudu langsung tangkap sebelum menguap.. Itu sebabnya kami (hampir) pasti Badak Party tiap lebaran (^_^)

Kurnia, adalah sirup yang awalnya di produksi di daerah Aceh pada tahun 1969, dan karena itu di Medan sirup ini juga sering disebut sirup Aceh.. Kalau di Aceh sepertinya lebih dikenal dengan sirup cap patung, dan by the way, patungnya Liberty looohhh... Walau sekarang pabriknya sudah pindah ke Tanjung Morawa, 30 menit dari Medan, tapi orang-lama sih tetap suka menyebut sirup Aceh daripada Kurnia..
Tulisan di labelnya, specie limonade-siroop, menunjukkan ada pengaruh Belanda dalam produksi awalnya.. Tapi aku gak nemu sejarahnya nih.. Terus disekitar patung ada tulisan 'condiment concoction' yang artinya 'bumbu racikan'.. Entah kenapa ada kalimat itu, berhubung sirup ini hanya terdiri dari gula pasir (asli tulen 100% loh), asam sitrat, pewarna makanan dan aroma raspberry.. Ada juga yang bilang kalo sirup ini ada rasa pandannya, after taste sepertinya..
Meskipun komposisinya 'cuma itu', tapi sirup Kurnia ini punya cita rasa dan aroma yang khas dan unik.. Sirup ini bisa diminum begitu aja setelah dicampur dengan air biasa atau air es (sweeegggeeerrree ppuuwwooolll!!!) ataupun dijadikan campuran berbagai minuman, seperti es kelapa, es jeruk nipis, es timun, es timun suri, susu (lebih enak dari pansus alias panta susu), soda (apalagi kalau pakai air soda Badak), susu+soda+kurnia tiada duanya, air buah, sup buah, agar-agar/puding, dan macam-macam minuman lainnya..
Lebaran tahun ini kami berhasil meminta sirup ini sebagai 'sembako' Lebaran, menggantikan sirup markisa.. Dulu-dulu, kami dapat sirup markisa 6 botol, langsung di bagi-bagi ke sodara-sodara dan tetangga-tetangga.. Gitupun, aku masih punya 1/2 botol lagi di kulkas (~_~') Begitu yang dibagi sirup Kurnia, walau cuma 5 botol, gak ada satupun yang suka rela membagi-bagi sirup ini.. Sayang banget dikasih ke orang lain, gak nyampe 2 bulan juga 5 botol itu bakal langsung kosong karena peminatnya yang membludak (@,@)